Kelompok Penelitian Gerakan Tanah

Anggota

  1. Dr. Adrin Tohari, M.Eng.
  2. Ir. Eko Soebowo
  3. Sunarya Wibawa, M.T.
  4. Dr. Dwi Sarah, M.Sc.
  5. Anggun Mayang Sari, M.T.
  6. Nugroho Aji Satriyo, M.T.
  7. Koko Hermawan, M.T.
  8. Antonina Pri Martireni, M.T
  9. Sueno Winduhutomo, S.T .
  10. Arifan Jaya Syahbana, M.T.
  11. Prahara Iqbal, M.T.
  12. Alvian Rizky Yanuardian, M.T.
  13. Khori Sugiarti, S.T.
  14. M. Hilmi Zaenal Putra, S.T.
  15. Wahyudin

Gambaran Umum

Sebagai negara yang terletak di wilayah tektonik aktif dan iklim tropis dengan kepadatan penduduk yang besar di daerah perkotaan, bencana gerakan tanah, seperti tanah longsor, amblesan tanah dan likuifaksi merupakan salah satu bencana geologi yang menyebabkan kerugian ekonomi yang besar di Indonesia. Bencana tanah longsor sering terjadi saat musim hujan lebat, dengan korban jiwa 30 orang per tahun. Sementara itu, peristiwa amblesan tanah akibat aktifitas manusia (ekstraksi air tanah berlebih, pembangunan dan pertambangan bawah tanah) menyebabkan kerusakan pada bangunan, dan menyebabkan genangan air saat musim hujan di wilayah perkotaan, seperti di kota Jakarta dan Semarang. Peristiwa likuifaksi akibat getaran gempa menimbulkan permasalahan pada ketersediaan air bersih dan kerusakan bangunan dan infrastruktur jalan dan jembatan, seperti yang terjadi pada saat gempa Bantul tahun 2006 dan gempabumi Padang tahun 2009.

Mengingat bahwa bencana geologi ini akan terus terjadi selama upaya mitigasi belum dilaksanakan melalui menerapkan teknologi yang tepat. Dengan demikian, penelitian dan pengembangan IPTEK kebumian diperlukan untuk menghasilkan teknologi inovatif yang tepat untuk mengurangi dan mitigasi bencana gerakan tanah di Indonesia. Upaya pengurangan dan mitigasi bencana gerakan tanah merupakan salah satu dari rencana nasional pengurangan resiko bencana. Dalam rencana nasional tersebut, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjadi instansi utama untuk melakukan penelitian dan pengembangan untuk mendukung upaya pencegahan dan mitigasi bencana gerakan tanah, disamping menjadi instasi pendukung dalam pengembangan sistem peringatan dini.

Pusat Penelitian Geoteknologi telah lama terlibat dalam penelitian mitigasi bahaya gerakan tanah. Sejak tahun 2007 hingga 2009 penelitian mitigasi tanah longsor telah menghasilkan prototipe sistem pemantauan bahaya gerakan tanah berbasis perubahan tekanan air pori (Tohari dkk, 2008). Kemudian semenjak tahun 2010 hingga 2014, penelitian mitigasi tanah longsor difokuskan pada pengembangan teknologi drainase siphon untuk mitigasi tanah longsor rayapan.

Berkaitan dengan permasalahan amblesan tanah di wilayah kota besar, penelitian melalui program Kompetitif (2012-2014) difokuskan pada penentuan faktor utama penyebab amblesan tanah di Kota Semarang dan memprediksi laju penurunan tanah akibat faktor penyebab tersebut. Penelitian amblesan tanah di Kota Semarang dan Kabupaten Demak (2014-2019) telah berhasil memetakan daya dukung bawah permukaan dan potensi amblesan tanah di daerah ini terhadap gangguan faktor antropogenik. Penelitian amblesan tanah selanjutnya akan difokuskan pada pemahaman karakteristik geologi teknik endapan Kuarter yang rentan amblesan tanah dan teknologi inovatif pemantauan laju amblesan tanah.   

Penelitian ancaman bahaya gempabumi terhadap lapisan tanah dan beban bangunan di atasnya sudah mulai dilakukan sejak tahun 2014 hingga sekarang. Di tahun 2014 dilakukan penelitian mengenai kajian resiko gempabumi terhadap struktur bangunan pemukiman dan bangunan tinggi di kota Padang. Selanjutnya pada tahun 2015 dilakukan penelitian mengenai faktor amplifikasi di Kabupaten Bandung Barat menggunakan data mikrotremor.Tahun 2016, penelitian mengenai faktor amplifikasi dilakukan di Kabupaten Bandung dan di tahun 2017 dilakukan di Kota Bandung menggunakan data microtremor. Selanjutnya ditahun 2018 dilakukan penelitian mengenai analisa bahaya seismik menggunakan data kejadian gempa radius 500 km dari cekungan Bandung.Penelitian ini kemudian dianalisa dengan menggunakan pemodelan terhadap beberapa sumber gempa dominan.Selanjutnya, ditahun 2019 penelitian tersebut dilanjutkan pada respon tanah terhadap gelombang gempa dibatuan dasar ke permukaan tanah dengan menggunakan analisa non-linear perambatan gelombang gempa ke permukaan tanah.

Fenomena likuifaksi yang terjadi pada saat gempabumi Bantul tahun 2006 dan Padang tahun 2009 menginisiasi program penelitian mitigasi bencana gempabumi dengan tujuan untuk menghasilkan mikrozonasi potensi bahaya likuifaksi di wilayah kota besar di pesisir barat pulau Sumatera dan selatan Jawa pada tahun 2007 hingga 2011. Salah satu hasil penelitian ini adalah mikrozonasi kerentanan likuifaksi di Kota Padang yang telah digunakan sebagai acuan dalam penyusunan rencana tataruang Kota Padang tahun 2010-2030.

Dengan kemajuan teknologi yang sangat cepat, maka fokus penelitian ke depan perlu difokuskan untuk menghasilkan teknologi mitigasi yang inovatif dengan menggunakan pendekatan-pendekatan terbaru dan unggul. Sebagai wadah untuk melakukan penelitian tersebut, maka pada tanggal 1 Juli 2014 dengan SK No. 683/IPK.1/HK/2014 Puslit Geoteknologi membentuk kelompok penelitian Gerakan Tanah dengan visi dan misi sebagai berikut :

Visi

    Menjadi kelompok penelitian terdepan dalam bidang gerakan tanah.

Misi

  1. Mengembangkan kompetensi inti di bidang gerakan tanah;
  2. Melakukan penelitian dan pengembangan IPTEK yang unggul dan inovatif di bidang gerakan tanah melalui inter-disiplin ilmu geologi teknik, hidrologi dan geoteknik;
  3. Mendiseminasikan informasi yang bermanfaat melalui publikasi, dan pemaparan sehingga menjadi penyelesaian masalah bagi pemerintah, masyarakat dan pihak swasta.

Untuk mencapai visi dan misinya, maka nilai-nilai (value) yang perlu hadir dalam melakukan penelitian adalah sebagai berikut:

  • Kerja tim (teamwork)
  • Menghargai (respect)
  • Profesionalism (professional)
  • Intergritas (integrity)
  • Berorientasi pada pemangku kepentingan (customer oriented)
  • Tujuan dan Sasaran

Pembentukan Poklit Gerakan Tanah mempunyai tujuan untuk menghasilkan inovasi konsep/ model/ metode dan teknologi yang unggul dan terdepan di bidang bahaya gerakan tanah dalam mendukung ketangguhan masyarakat menghadapi bahaya gerakan tanah. Sedangkan sasarannya adalah sebagai berikut :

  1. Dihasilkannya konsep/model/ metode inovatif untuk kajian mitigasi dan risiko bahaya gerakan tanah
  2. Dihasilkannya teknologi inovatif untuk mitigasi bahaya gerakan tanah.
  3. Terbangunnya jejaring nasional dan internasional dalam penelitian bidang gerakan tanah.
  4. Terbangunnya media diseminasi berbasis teknologi informatika
  • Lingkup Kegiatan

Kelompok penelitian Gerakan Tanah akan melakukan kegiatan-kegiatan penelitian untuk menghasilkan teknologi pemantauan, deteksi dini dan teknik mitigasi ancaman gerakan tanah berdasarkan pendekatan disiplin ilmu geologi teknik, geoteknik, geofisika, geologi, hidrologi, remote sensing dan geoinformatika. Topik-topik penelitian yang menjadi prioritas untuk periode 2020 – 2024 meliputi :

1. Bahaya dan risiko gerakan tanah akibat curah hujan

Topik penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan teknologi unggulan yang mendukung upaya pengurangan bencana gerakan tanah di wilayah-wilayah pemukiman dan pembangunan strategis di perbukitan. Penelitian-penelitian yang akan dilakukan meliputi:

  • Penelitian proses dan mekanisme pemicu gerakan tanah tipe aliran.
  • Penelitian dan pengembangan instrumentasi portable untuk pemantauan ancaman aliran bahan rombakan (debris flow).
  • Penelitian pengaruh pola rekahan pada kestabilan lereng batuan.
  • Penelitian dan pengembangan teknologi mitigasi gerakan tanah dalam dan dangkal berbasis hidrologi lereng dan bio-engineering.
  • Kajian risiko gerakan tanah berbasis sistem informasi geografis

2. Mitigasi bahaya amblesan tanah akibat aktifitas manusia

Topik penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan konsep dan teknologi inovasi untuk mitigasi amblesan tanah di wilayah perkotaan dan pembangunan strategis lainnya yang tersusun oleh endapan Kuarter. Topik penelitian ini meliputi kegiatan-kegiatan penelitian yang terfokus pada :

  • Penelitian proses dan mekanisme pemicu amblesan tanah.
  • Aplikasi teknik/ metode baru untuk mengevaluasi fenomena amblesan tanah.
  • Penelitian dan pengembangan teknologi pemantauan amblesan tanah berbasis geo-informatika.

3. Mitigasi bahaya gerakan tanah akibat gempa bumi

Topik penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model dan teknologi untuk memprediksi bahaya dan risikogempa bumi berikut bahaya susulannya di wilayah kota-kota pesisir dan daerah perbukitan yang rentan terhadap gempabumi besar. Topik penelitian ini meliputi penelitian-penelitian yang terfokus pada:

  • Pemodelan bahaya dan risiko gempa bumi dan bahaya susulannya menggunakan pendekatan laboratorium dan numerik.
  • Evaluasi sifat dan respon dinamika lapisan tanah Kuarter dan batuan menggunakan metode geofisika dan geoteknik inovatif.
  • Penelitian dan pengembangan teknologi mitigasi likuifaksi berbasis teknologi grouting, dan injeksi gelembung udara.
  • Partner Strategis

Untuk melaksanakan kegiatan penelitian, kelompok penelitian gerakan tanah akan menjalin kerjasama interdisiplin dengan kelompok penelitian lainnya seperti:

  • Kelompok penelitian Geologi Gempabumi, untuk melaksanakan kajian percepatan gempa yang diperlukan dalam penelitian bahaya likuifaksi.
  • Kelompok penelitian Air dan Tanah, dalam melaksanakan kegiatan mitigasi bahaya tanah longsor dan amblesan tanah.
  • Kelompok penelitian geomatika dan komputasi, dalam melaksanakan kegiatan mitigasi bahaya tanah longsor, amblesan tanah dan bahaya seismik.

Selain itu, pihak-pihak luar yang akan menjadi partner strategis bagi kelompok penelitian Gerakan Tanah adalah sebegai berikut :

  • LIPI : Puslit Fisika, Loka Penelitian Teknologi Bersih, Puslit Biologi, Kebon Raya Bogor, Puslit Elektronik dan Telekomunikasi.
  • Instansi pemerintah daerah di wilayah risiko gempabumi, amblesan tanah dan tanah longsor.
  • Perusahaan swasta: PT. Jasa Marga, PT. Kereta Api Indonesia, Pelindo, Angkasa Pura, ANTAM, Pertamina, PLN, Chevron, Free Port, Star Engery, perusahaan tambang dan energi.
  • Instansi pemerintah pusat: Litbang Kemen PU, Litbang KESDM, BPPT, PusGen, BNPB, LPNK lainnya.
  • Universitas dan lembaga riset dalam negeri: ITB, UGM, UNPAR, UNAND, UNDIP, ITS, UNP, TDMRC-UNSYAH.
  • Universitas dan lembaga riset LN: Kyoto Univ, TIT, DPRI, Osaka University, Okayama University, Tsukuba Research Institute, ANU, USGS.