Peneliti Geoteknologi BRIN Dilantik Menjadi Anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia

Humas, BRIN Bandung. Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) mengadakan Sidang Paripurna tahun 2021, yang diselenggarakan di Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tanggal 9 sampai dengan 11 Desember 1921 secara hybrid (luring dan daring). Salah satu rangkaian acara tersebut yaitu melantik 20 Anggota baru ALMI.

Anggota ALMI baru yang dilantik, salah satunya adalah Peneliti BRIN yang dikelompokan dalam Ilmu Rekayasa, Dr. Nuraini Rahma Hanifa yang merupakan peneliti ahli muda di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), di Pusat Riset Geoteknologi, Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Kebumian.  Rahma lulus sarjana dan master dari ITB dan memperoleh gelar Doctor of Science dari Nagoya University Jepang. Bidang keahliannya adalah ilmu kebumian Geodesi Geomatika, banyak terlibat pada kegiatan penelitian kegempaan dan tsunami serta menjembatani hasil riset ke pemerintah, masyarakat dan kebijakan untuk upaya pengurangan risiko bencana.

“Syarat atau kriteria untuk menjadi anggota ALMI adalah pertama direkomendasikan dari anggota AIPI/ALMI, memiki gelar S3, WNI dan domisilisi di Indonesia, memiliki keunggulan ilmiah (dilihat dari publikasi dan karya ilmiah, paten dan penghargaan ilmiah),  memiliki potensi leading dalam keilmuan maupun lembaga riset/ scientific leadership,  berusia maksimal 45 tahun saat diusulkan,   dan bersedia menyediakan tenaga,  pikiran dan waktunya untuk ALMI,” jelasnya.

“Selain itu juga anggota diharapkan bisa bekerjasama dengan para anggota ALMI lainnya, baik dr garda depan, research to policy, masyarakat dan pendidikan. Sehingga misi ALMI dapat tercapai yaitu mendorong terciptanya kemajuan ilmu pengetahuan garda depan melalui kolaborasi lintas disiplin di kalangan ilmuwan muda, serta mendorong terciptanya perangai ilmiah dan berkembangnya budaya ilmiah unggul pada generasi muda dan mendorong penggunaan ilmu pengetahuan dalam perumusan kebijakan publik,” ungkapnya.

Harapan dengan kepengurusan baru ALMI adalah “bisa berkontribusi menjadi bagian dari gerakan ilmuwan muda untuk memperkuat keilmuan geodesi dan geomatika serta peran science, teknologi dan inovasi dalam upaya-upaya pengurangan risiko bencana dan resiliensi kebencanaan khususnya gempa dan tsunami berbasiskan science, bersama generasi muda dan perempuan lainnya di Indonesia dan global,” pungkasnya. (DS/ ed: kg)