Resep Masakan

resep kue resep rendang

Video Terikini

Get the Flash Player to see the wordTube Media Player.

PUBLIKASI CARE FOR LUPUS SDF AWARDS 2012

Tanggal 19 Januari 2012 di Widya Graha LIPI lt. 1

“Caring for LUPUS your caring saves lives”……Caring for LUPUS your caring saves lives” … dan untuk penderita lupus, jangan pernah menyerah ……….“Never give up! Yel-yel ini dikumandangkan saat pertemuan dengan topik LUPUS, yang diadakan pada tanggal  19 Januari 2012  bertempat di Widya Graha LIPI lantai 1.  Pesertanya terdiri dari puslit-puslit & UPT di lingkungan LIPI, berbagai perguruan tinggi di Indonesia terutama jurusan farmasi & kedokteran/kesehatan, kementrian, dan media. Kegiatan ini merupakan kerjasama BKPI LIPI,  dengan Syamsi Dhuha Foundation, serta pembicara Dr. Rahmat Gunadi, Sp.D.  Syamsi Dhuha Foundation, bertempat di Bandung,  adalah suatu LSM nirlaba yang professional dan mandiri secara finansial dengan misi sebagai sarana ladang amal untuk mencapai kebahagiaan dunia-akhirat didirikan oleh Ir. Eko Prasetyo karena istrinya menderita lupus, tetapi dengan semangat yang tinggi mereka berjuang, mengalahkan penderitaan ini dan menolong penderita lain.

Mengapa mengambil topik LUPUS.  Karena LUPUS (Systemic Lupus Erythematosus) adalah  penyakit autoimun kronis, dimana system imun yang seharusnya melindungi tubuh dari bahaya infeksi virus dan bakteri dari luar malah berbalik menyerang system dan organ tubuh sendiri. Lupus disandang lebih dari 5 juta orang di seluruh dunia.  90% penyandangnya adalah wanita aktif dan produktif antara 15-45 tahun sedangkan 10% lainnya adalah pria dan anak-anak. Penyakit ini juga disebut penyakit 1000 wajah karena seringkali gejalanya menyerupai penyakit lain.  Sehingga bila tidak terdiagnosa secara dini dapat berakibat fatal hingga menimbulkan kematian.  Dilambangkan dengan kupu-kupu karena seringkali penderita mempunyai bercak-bercak merah di kedua pipi melintang di hidung dan menyerupai sayap kupu-kupu. Odapus (orang dengan lupus) harus mengkonsumsi obat dalam jangka panjang bahkan seumur hidupnya, sehingga  menimbulkan dampak sosial-ekonomi yang cukup berarti. Lupus bukan penyakit menular dan tidak diturunkan secara langsung.

Penyebab lupus belum diketahui tetapi dipengaruhi oleh faktor genetik, hormonal, & lingkungan. Lupus akan muncul bila dalam keadaan tertentu tubuh membentuk antibodi yang berlebihan, kemudian terkena faktor pencetus seperti makanan, obat-obatan, stress dan sinar matahari.

Beberapa gejala Lupus :

  1. Demam lebih dari 38’C dengan sebab yang tidak jelas
  2. Rasa lelah dan lemah berlebihan
  3. Sensitif terhadap sinar matahari
  4. Rambut rontok
  5. Ruam kemerahan berbentuk kupu-kupu di wajah yang sayapnya melintang dari pipi ke pipi
  6. Ruam kemerahan di kulit
  7. Sariawan yang tidak sembuh-sembuh terutama di atap rongga mulut
  8. Nyeri dan bengkak pada persendian terutama di lengan dan tungkai, menyerang lebih dari 2 sendi dalam jangka waktu lama
  9. Ujung-ujung jari tangan dan kaki menjadi pucat hingga kebiruan saat udara dingin
  10. Nyeri dada terutama saat berbaring dan menarik napas
  11. Kejang atau kelainan saraf lainnya
  12. Kelainan hasil pemeriksaan laboratorium (atas anjuran dokter) :

- Anemia : penurunan kadar sel darah merah
- Leukositopenia : penurunan kadar sel darah putih
- Trombositopenia : penurunan kadar sel pembekuan darah
- Hematuria dan proteinuria : darah dan protein pada pemeriksaan urine
- Positif ANA atau Anti ds-DNA

Waspadai jika anda mempunyai 3 atau lebih gejala di atas segera konsultasi dengan dokter pemerhati lupus (Dokter Umum; Spesialis Penyakit Dalam; Konsultan Rhematologi, Konsultan Hematologi; Konsultan Imunologi; Konsultan Nefrologi; Dokter Jantung & Pembuluh Darah; Konsultan Paru; Spesialis lain yang terkait (Kulit, mata, THT). Seorang penderita lupus mengatakan bahwa dia bisa tidur berhari-hari, dengan badan yang sangat lemas dan nyeri-nyeri sendi. Lupus tidak dapat disembuhkan namun dapat dikendalikan dengan cara :

  1. Menghindari sinar matahari langsung dengan menggunakan payung dan tabir surya
  2. Hindari stress
  3. Cukup tidur dengan istirahat
  4. Pola makan gizi seimbang
  5. Menghindari zat makanan berbahaya : pengawet, pewarna dan penyedap
  6. Olah raga ringan (sesuai anjuran dokter) secara teratur
  7. Berhati-hati menggunakan suplemen terapi dan konsultasikan dengan dokter sebelum penggunaannya
  8. Menghindari asap rokok

Pemberian suplemen herbal cukup meringankan penderitaan ini.  Indonesia adalah negara yang kaya akan keanekaragaman tanaman (biodiversity) untuk obat-obatan, dan sedang dilakukan penelitian herbal untuk menyembuhkan lupus.  Syamsi Dhuha Foundation menyediakan dana sebesar Rp 30 juta untuk penelitian ini, dan tahun lalu sudah pernah diberikan award untuk seorang dokter dari UI yang melakukan penelitian,   tahun ini juga ditawarkan.  Herbal yang terbukti cukup meringankan antara lain jintan hitam, daun cocor bebek, daun songgo langit, daun nangka, madu, tetapi kadar penggunaannya harus betul-betul tepat.  Akhirnya, kebesaran dan kekuasaan  Allah SWT yang telah menciptakan berbagai warna sayuran dan buah-buahan dengan kandungan mineral yang bermacam-macam, dan apabila dicampurkan, Insya Allah akan menjadi obat untuk meringankan penderitaan ini.   ….. “Never give up!         (M.A. Indrakirana)

  • Share/Bookmark