Resep Masakan

resep kue resep rendang

Video Terikini

Get the Flash Player to see the wordTube Media Player.

Kegiatan Workshop Kebencanaan Kompilasi Data Kelautan untuk Evaluasi Tektonik Aktif dan Kegempaan di Indonesia

Wilayah Indonesia sebagian besar merupakan lautan, yang selain memiliki potensi sumberdaya alam tapi juga ancaman sumber bencana gempa dan tsunami di dalamnya.  Hal ini membuat studi kelautan untuk tektonik aktif dan kegempaan merupakan suatu keharusan di masa depan. Kebutuhan data kelautan untuk menunjang kegiatan ini adalah mutlak diperlukan. Workshop “Kompilasi Data Kelautan Untuk Evaluasi Tektonik Aktif dan Kegempaan di Indonesia” diharapkan dapat memberikan masukan dan menjadi jembatan dalam berbagi informasi data kelautan antar instansi yang terkait,  seperti LIPI, BPPT, PPPGL, BPMigas, ITB, Badan Geologi, KKP, BMKG, Bakosurtanal, TNI-AL dan BNPB. Interaksi melalui workshop ini diharapkan dapat memberikan strategi pengolahan, pengumpulan data kelautan dan strategi pemanfatan data kelautan dan penelitian yang akan datang secara terintegrasi.

P1010538Dalam sepuluh tahun terakhir, Indonesia dilanda gempa-gempa besar yang menimbulkan banyak korban jiwa, kerusakan materil dengan kerugian mencapai triliunan rupiah. Bencana gempa tersebut termasuk kejadian gempa di Bengkulu tahun 2000 (7.8 SR), gempa Nabire tahun 2004 (7.5 SR), gempa dan tsunami di wilayah Aceh-Andaman tahun 2004 (9.2 SR), gempa Nias-Simeulue tahun 2005 (8.7 SR), gempa Jogyakarta tahun 2006 (6.4 SR), gempa dan tsunami Pangandaran di pesisir selatan Jawa tahun 2006 (7.6 SR), gempa Bengkulu tahun 2007 (8.4 SR, 7.9 SR, 7.0 SR), gempa Padang tahun 2009 (7.6 SR), dan terakhir gempa dan tsunami di Mentawai (7.7 SR) yang terjadi pada tanggal 25 Oktober 2010. Peristiwa rentetan gempa besar yang beberapa diantaranya diikuti bencana tsunami telah menjadi saksi alam tentang betapa rawannya wilayah Indonesia terhadap bencana gempabumi dan juga tsunami.

Sejak awal tahun 2009, karena permintaan dan kebutuhan yang sangat mendesak dari berbagai stakeholders akan informasi potensi bencana gempa, maka para ahli gempa nasional berinisiatif membentuk kelompok kerja, yang kemudian dikenal sebagai Tim 9, untuk membuat peta zonasi bahaya gempa Indonesia. Kerja keras dari tim ini kemudian dituangkan dalam peta-peta zonasi bahaya gempa Indonesia yang dibuat dengan metoda probabilistik (Probabilistic Seismic Hazard Analysis– PSHA). Peta PSHA 2010 ini adalah yang terlengkap yang dapat dibuat untuk saat ini sebagai pengganti dari peta zonasi bahaya gempa yang lama, yaitu dari SNI 03-1726-2002.

Meskipun demikian, Tim 9 sepakat bahwa basis data gempa yang tersedia sekarang masih jauh dari memadai. Terlebih lagi informasi sumber gempa dari wilayah dasar laut. Informasi ini signifikan untuk merumuskan sumber gempa yang menyebabkan tsunami. Sebagai contoh gempa dan tsunami Aceh 2004 yang menunjukkan adanya steep frontal thrust dengan dip 13-18o disamping main thrust dengan dip 10-12o. Steep frontal thrust inilah yang menghasilkan gelombang tsunami mematikan di Aceh. Informasi ini hanya dapat diperoleh dari hasil analisa survey batimetri dan geofisika laut.

Saat ini beberapa instansi pemerintah telah memiliki dan sedang melakukan kegiatan untuk mendapatkan data bawah laut tersebut untuk berbagai maksud, misalnya analisis jebakan hidrokarbon, pemasangan kabel dan pipa bawah laut, dan lainnya. Data ini juga akan sangat berguna untuk studi tektonik aktif dan kegempaan. Workshop ini untuk mewadahi dilakukannnya kompilasi data geologi, geofisika dan geodetic kelautan yang bertujuan untuk evaluasi tektonik aktif dan kegempaan di Indonesia.

Pusat Penelitan Geoteknologi LIPI, bersama dengan The Indonesian Earthquake Hazard Program” of AIFDR (Australian Indonesia Facility For Dissaster Reduction  dan program GREAT-CrATER, bermaksud mempertemukan instansi-instansi pelaku penelitian dan survey kelautan untuk dapat menggabungkan hasil-hasil penelitian dan survey kelautan di Indonesia. Kompilasi data kelautan tersebut bertujuan untuk dapat dimanfaatkan dalam melakukan evaluasi tektonik aktif dan kegempaan di dasar laut. Kegiatan ini akan menjadi evaluasi sumber-sumber tektonik aktif yang selama ini telah ada dan juga sebagai rangka penyusunan strategi kegiatan penelitian dan survey di instansi masing-masing.

Pada tanggal 24 – 25 Oktober 2011, Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI didukung oleh : Australia – Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR), Institut Teknologi Bandung, Badan Geologi – KESDM, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengadakan acara Workshop Kebencanaan “Kompilasi Data Kelautan untuk Evaluasi Tektonik Aktif dan Kegempaan di Indonesia” bertempat di Gedung 70, Ruang Pangea Puslit Geoteknologi LIPI diikuti oleh 50 peserta dari instansi pemerintah yang melakukan penelitian dan survey kelautan di Indonesia dan instansi pemerintah yang berhubungan dengan kebencanaan. Instansi tersebut antara lain : P2O-LIPI, P2G-LIPI, BPPT, PPPGL, BPMigas, ITB, Badan Geologi, KKP, BMKG, Bakosurtanal, TNI-AL (Dishidros) dan BNPB.

P1010265

P1010214

Workshop dibuka oleh Bapak Andi Arief Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana serta Bapak Jonathan Griffin dari Australia – Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR).

Pembicara pada Kegiatan Workshop tersebut adalah :

  1. Dr. Danny Hilman dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, dengan judul bahasan “Kebutuhan  penelitian tektonik aktif dan kegempaan di Indonesia”
  2. Dr. Haryadi Permana dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, dengan judul bahasan “Pemanfaatan hasil penelitian kelautan”
  3. Dr. Sosilohadi dari Puslitbang Geologi Kelautan, dengan judul bahasan “Data penelitian dan survey kelautan oleh PPGL”
  4. Dr. Udrekh dari BPPT, dengan judul bahasan “Data penelitian dan survey kelautan oleh BPPT”
  5. Awang Satyana dari BPMIGAS, dengan judul bahasan “Kegiatan pengelolaan data penelitian dan survey kelautan oleh BPMIGAS”
  6. Prof. Dr. Sri Widiyantoro dari Program Studi Teknik Geofisika ITB, dengan judul bahasan “Informasi hasil penelitian Tomografi di Indonesia”
  7. Prof. Ris. Dr. Hery Harjono dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, dengan judul bahasan “Data penelitian kelautan yang bisa dipergunakan untuk studi tektonik aktif Indonesia”
  8. Dr. Dina A. Sarsito dari Program Studi Teknik Geodesi ITB, dengan judul bahasan “Hasil penelitian Gaya Berat Regional di Indonesia”
  9. Dr. Irwan Meilano dari Program Studi Teknik Geodesi ITB, dengan judul bahasan “Hasil penelitian Global Positioning (GPS) Regional di Indonesia”.

Workshop ditutup tanggal 25 Oktober 2011, jam 15.30. WIB. oleh Dr. Haryadi Permana, Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI.(ngr)

  • Share/Bookmark

You must be logged in to post a comment.